Telaga wangi merupakan telaga yang sangat wingit banyak di kelilingi pepohonan ande - ande lumut dan pandan wangi sehingga banyak di sebut sebagai telaga wangi.
Di Wilayah ini sangat terkenal sekali sebagai tempat Ngenger para Kasatria meskipun tidak pernah di jumpai siapa Guru sejati yang ada di wilayah tersebut, namun ketika ada seorang kasatria muda masuk Desa melalui sebelah timur desa, pemuda tersebut di hadang hewan hewan di antaranya Bajul putih yang berjumlah sebelas, harimau wulung, Kucing berbuntut panjang, kerbau bule dan kerbau hitam yang bertanduk kokoh dan banyak hewan – hewan lain yang ikut mengeroyok pemuda tersebut.
Pemuda tersebut sangat kewalahan dalam pertempuran melawan hewan - hewan itu lalu muncul orang tua kembar yang satu berjubah serba hitam dan satunya berjubah serba putih membawa senjata pedang yang sangat panjang dan besar menyelamatkan pemuda tersebut, Pemuda itu di tanya sama kedua orang tua itu sekaligus memperkenalkan diri dan pemuda itu bernama Suro dan kedua orang tua itu yang bejubah putih mengaku bernama Ki.Rekso dan yang berjubah hitam bernama Ki. Reksi.
Kemudian Suro pemuda itu menyampaikan niatnya untuk berguru kepada Ki. Reksi dan Ki.Rekso, namun kedua orang tua itu menyanggupi apabila Suro mau menyucikan diri untuk mandi dan bertapa di Telaga Wangi selama 41 hari sebelum menjadi muridnya.
Suro bersedia kemudian memulai melakukan niatnya untuk mandi dan bertapa dan setelah 41 hari Ki. Rekso dan Ki. Reksi mendatangi pemuda itu di Telaga Wangi bahwa bertapanya sudah berakhir, melihat telaga tersebut airnya semakin jernih dan mengeluarkan asap putih dan berbau wangi airnya pun tidak pernah berkurang dari akar- akar pandan wangi yang mengelilingi telaga tersebut.
Ki. Reksi terus menerus membarikan wejangan kepada Suro dan Ki. Rekso pun terus menerus melatih Suro dengan ilmu kanuraganya, dengan berlatih semakin keras dan hebat Suro banyak terluka pada tubuhnya dan tidak sadar, apakah suro mati atau pingsan saja, kemudian Suro di angat tubuhnya oleh Ki. Reksi dan melempar tubuh Suro ke telaga tersebut hingga tenggelam, tidak lama tubuh Suro muncul dan terapung hingga sadar dengan penuh rasa keheranan luka-lukanyapun pulih tanpa bekas.
Kemudian Suro naik dari telaga menemui Ki.Reksi dan Ki.Rekso yang ada di depan telaga tersebut Suro bersujud syukur kemudian mengucapan banyak terima kasih kepada Ki.Rekso dan Ki.Reksi lalu kedua orang tua itu memberikan nama suro itu dengan nama “SURYO WANGI” dan member nama telaga tersebut dengan nama SENDANG PENGURIPAN “, Suro pun terkejut setelah nama itu diberikan pada dirinya dan pada sendang itu, kedua orang tua itu menghilang, Suryo wangi pun merasa kehilangan kepada kedua orangtua itu karena telah banyak memberikan wejangan tentang kehidupan yang hakiki dan hidup dalam kehidupan “ sejatining urip dan urip sak jeroning urip”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar